Home / Edukasi / Bahaya Tersembunyi Filsafat: Ketika Ilmu Pengetahuan Mengguncang Keyakinan

Bahaya Tersembunyi Filsafat: Ketika Ilmu Pengetahuan Mengguncang Keyakinan

Filsafat sering dianggap sebagai ilmu yang abstrak, membingungkan, dan tidak praktis. Namun, video dari kanal Ardhianzy berjudul “Inilah BAHAYA Tersembunyi FILSAFAT! Ilmu Pengetahuan TERLARANG!!” menunjukkan bahwa filsafat justru sangat berbahaya—bukan karena merusak, tetapi karena mengguncang kenyamanan berpikir dan membuka ruang keraguan yang dalam.

Filsafat bukan sekadar bertanya “apa itu kebenaran?”, tetapi juga mempertanyakan siapa yang berhak menentukan kebenaran, dan apakah keyakinan kita selama ini benar-benar milik kita atau hanya warisan sosial.

Bahaya Filsafat: Mengapa Ia Disebut “Ilmu Terlarang”?

  1. Mengguncang Keyakinan Pribadi Filsafat membuat kita mempertanyakan hal-hal yang selama ini kita anggap pasti: Tuhan, moral, makna hidup, bahkan eksistensi diri.
  2. Membuka Ruang Keraguan Alih-alih memberi jawaban, filsafat sering membuka lebih banyak pertanyaan. Ini bisa menimbulkan kegelisahan, kebingungan, bahkan krisis eksistensial.
  3. Mengganggu Struktur Sosial Ketika banyak orang mulai mempertanyakan norma, hukum, dan otoritas, stabilitas sosial bisa terganggu.
  4. Menantang Dogma dan Tradisi Filsafat tidak tunduk pada dogma. Ia menantang tradisi, agama, dan ideologi dengan logika dan argumen.

Tokoh-Tokoh Filsafat yang Mengguncang Dunia

  • Socrates: Dihukum mati karena “merusak moral pemuda” dengan pertanyaan-pertanyaannya.
  • Nietzsche: Menggugat moralitas Kristen dan menyatakan “Tuhan telah mati”.
  • Descartes: Meragukan segala hal, bahkan keberadaan dirinya sendiri.
  • Simone de Beauvoir: Menggugat peran perempuan dalam masyarakat patriarkal.

Mereka bukan hanya pemikir, tapi juga pengguncang dunia.

Filsafat dan Bahaya Mental

Video ini juga menyinggung bahwa filsafat bisa membuat seseorang:

  • Overthinking
  • Kehilangan arah hidup
  • Terjebak dalam nihilisme
  • Menjadi terlalu skeptis hingga tidak percaya apa pun

Namun, ini bukan karena filsafat itu buruk, melainkan karena kesadaran yang belum siap menerima kompleksitas realitas.

Apakah Filsafat Harus Dihindari?

Tidak. Filsafat bukan untuk ditakuti, tapi untuk dihadapi dengan keberanian dan kedewasaan berpikir.

Filsafat membantu kita:

  • Mengenali bias dan ilusi berpikir.
  • Menemukan makna hidup yang lebih otentik.
  • Menjadi manusia yang lebih reflektif dan kritis.

Kesimpulan

Filsafat memang berbahaya—karena ia mengguncang kenyamanan dan membuka ruang ketidakpastian. Tapi justru di sanalah letak kekuatannya.

Video ini mengajak kita untuk tidak menghindari filsafat, melainkan menggunakannya sebagai alat untuk membebaskan pikiran dan membangun pemahaman yang lebih jujur tentang hidup.